Tidak perlu menunjukkan
sesuatu yang terlalu berlebihan dari pemahaman yang penuh keterbatasan,
serta tidak perlu memahami kelebihan dengan memaksa untuk mengerti namun
akhirnya malah tambah gak ngerti cukup baca judulnya dan liat-liat foto
aku aja..hehehe..
NB: Kalo cewek boleh kok ngajak kenalan ngerti ataupun gak ngerti.
*nyalain music kitaro –lord of the sand- *
Maka disini aku Ano yang rumahnya di sukalila yang dulu sering banget tidur dibawah meja di laboratorium komputer dan pemuda yang sangat amat romantis ingin berbagi sesuatu yang sedikit intim...
Ketika aku membaca sebuah informasi, aku menggabungkan banyak indra untuk merangkai satu pola dasar dari pemahaman sebuah pengetahuan yang kemudian aku pecahkan menjadi beberapa bagian kecil lagi tanpa melepas keterkaitan diantaranya. Pola-pola tersebut aku simpan dalam keterbatasan sel-sel dalam pengingatku, ketika sebuah informasi baru masuk maka dengan sendirinya setiap pola itu akan mengaitkan diri dengan pola lain yang mempunyai sifat dasar yang sama, semuanya akan dikumpulkan dalam fragment ketetapan sebuah informasi yang selanjutnya menghasilkan argumenku. Jika pola-pola tersebut mempunyai kemungkinan pencabangan maka pola-pola ini akan menarik pola lain yang dihasilkan dari sebuah informasi, ini aku sebut sebagai rasa ingin tahu. Untuk menghasilkan sebuah argument adalah salah jika itu dihasilkan oleh satu pengetahuan yang bersifat individual, melainkan itu adalah majemuk dari kumpulan informasi yang telah ada sebelumnya, itulah mengapa orang yang lebih banyak pengalaman lebih pandai berargumen.
Dalam pemahaman sebuah informasi setiap detailnya akan digabungkan dengan kejenisan yang saling berkaitan, semakin banyak keterkaitan yang ada maka informasi yang didapat akan semakin bisa diterima oleh pemroses, yaitu pemikiranku. Dari sini juga menghasilkan sesuatu yang disebut emosional atau sikap, karena emosi seseorang itu dihasilkan setelah proses pemahaman data yang telah diproses sebelumnya, tidak logis jika emosi terjadi pada awal sebelum pemikiran. misalnya sekarang masukkan sebuah kata dalam benak anda “ ANO ITU GANTENG “ jika pernyataan itu benar maka traktir aku makan baso dan jika pernyataan itu salah maka silahkan anda jewer aku, tapi walaupun pernyataan itu benar orang cenderung lebih suka memilih menjewer aku karena jelas tidak merugikan..gkgk, ini bisa jadi karena ada keterkaitannya pengetahuan anda tentang ekonomi bahwa mentraktir baso artinya kita akan mengalami pengeluaran keuangan dan itu sama juga artinya uang kita akan berkurang. Ini adalah alur sebuah fungsi dari pengetahuan sebelumnya. Beli baso -> berarti harus bayar -> bayar berarti uang keluar -> uang keluar berarti uang kita berkurang -> berkurang atinya uang kita tinggal sedikit walaupun sebenarnya nominalnya besar seperti 1 juta, harga baso 9 ribu, maka sisa uang jadi 985 ribu, dan jelas itu lebih sedikit dari 1 juta yang tadi. Ini adalah sebuah pola.
Dengan cara kerja seperti itu maka jika setiap data yang akan diproses dan dikelompokkan dalam kelompok pola yang tidak sesuai maka, maka pola-pola sebelumnya yang telah ada akan menghasilkan penolakan pemrosesan penggabungan data. Pola-pola dalam cara berpikir manusia ini terjadi dari kebiasaan manusia itu sendiri, dalam pemrograman kita sebut ini adalah sebuah fungsi algoritma. Dimana fungsi ini mulai terbentuk sejak pertama kita lahir dan akan terus berkembang tanpa batasan, semakin kompleks sebuah fungsi maka akan semakin banyak pola-pola yang terbentuk dan tentu pola-pola itu terbentuk dari fragmentasi informasi yang telah ada sebelumnya.
Ketika dulu aku membuka service komputer gratis, banyak orang yang bilang bahwa aku ini bodoh termasuk paman aku sendiri karena aku buang-buang waktu dan tenaga tapi tidak mendapatkan uang, bisa dibayangkan ketika aku dipanggil oleh seseorang untuk memperbaiki komputernya setelah selesai diperbaiki aku cuma dikasih segelas air putih dan ucapan terima kasih dengan ketiak aku yang sudah basah lantaran keringetan dan setelah itu pulang sendiri dengan jalan kaki atau naik sepeda,walaupun ada beberapa yang ngasih duit lantaran kasihan melihat tubuh kurusku..hiks..hiks.makasih.:((. Prinsip ekonomi yang berorientasi keuntungan real uang, jelas konsep aneh ini memang merugikan dan sampe sekarang belum ada yang memahami kenapa aku melakukan hal tersebut bahkan gak ada yang mau melakukan hal sejenis atau lebih ekstrim lagi.
Ada banyak hal menarik yang ingin aku ceritakan yang mungkin ini adalah pemikiran gila yang aneh atau Cuma berbeda, tapi bagiku jelas ini merupakan sesuatu yang WOW. Mau tau gak.? Kalo mau tau, mau tau aja atau mau tau banget hayooo..?
Ok, aku berbaik hati untuk menceritakannya walaupun katanya aku dibilang gak punya hati tapi sebenarnya hati aku ini ada, buktinya kalo pacar aku dapet sms dari cowo lain aku cemburu ngambek-ngambek dan kalo ke warteg aku kadang makan ati juga.
Yang perlu kita pahami disini adalah sesuatu yang disebut interest atau ketertarikan, ini motivasi dasar untuk pencapaian sesuatu apapun itu.lantas apa yang memotivasi aku untuk membuka service komputer gratis itu?
Waktu itu saya benar-benar tertarik dengan sebuah mesin yang disebut komputer, saya mempelajarinya dikelas ataupun di laboratorium saat praktek, ketika praktek salah satu teman saya melakukan kesalahan dan komputer itu hangus karena arus pendek, ini artinya komputer dalam lab kami berkurang dari yang masih bertahan seumuran dengan kakekku. Lab sekolahku memang dibuka 24 jam lantaran pak kepsek ingin bahwa lab sekolah kami benar-benar menjadi lab yang hidup bukan sekedar tempat praktek saja. Akupun memanfaatnya untuk mempelajari banyak hal tentang komputer, tapi waktuku terbatas hanya sampai jam 4 sore karena harus pulang kerumah, dimana rumahkku cukup jauh berjarak hampir 30 menit lebih naik angkutan umum itupun kalau tidak ngetem, tak jarang aku sering pulang sampai rumah hingga larut malam dan ini adalah aktifitas yang benar-benar melelahkan. Darisitu aku mulai berpikir bagaimana caranya agar aku bisa belajar komputer dengan tanpa batasan komputer seperti apa saja yang aku pelajari dan komputer-komputer itu datang kepadaku sendiri untuk menyerahkan dirinya di raba dan dibelai olehku dan tak perlu takut kalau komputernya akan berkurang. disini muncul ide awal bahwa aku harus membuka service komputer gratis, pada awalnya orang-orang yang merasa aneh saat baca cetakan kertas bertuliskan “ SERVICE KOMPUTER GRATIS” mereka merasa salah baca atau memang yang nyetaknya salah ketik, sehingga mereka bertanya padaku langsung, dan aku jawab “IYA”. Aktifitas service komputer gratis ini aku jadikan sebagai sarana belajar dimana setiap komputer yang saya perbaiki mempunyai masalah unik yang berbeda-beda yang tentu tidak aku dapatkan dari sekolah karena gak mungkin komputer sekolah di rusak-rusak terus kita memperbaikinya kembali, darisini aku mendapat kepuasan dan tentu karena aku sudah berbaik hati memperbaikinya aku berikan pernyataan dulu sebelum memperbaikinya “saya akan berusaha memperbaiki komputernya, tapi kalau ada kerusakan lain saya gak bertanggung jawab” tapi Alhamdulillah semuanya baik-baik saja dan darisini pula sebuah citra terbentuk. Kualitas yang mereka lihat dan rasakan, bukan ucapanmu karena jelas ini melebihi ekonomi biasa “Branding”.
Tapi teknik ini ada beberapa orang menyalahartikannya, itu juga bukan salah mereka karena ini jelas factor pengetahuan yang mempengaruhi, jadi salah siapa dong..? “ ya salah mereka yang udah dikasi tau tapi gak mau belajar”. Penyalahartiaan ini dianggap sebagai kesombongan, seperti ketika saya menawarkan sesuatu pencapaian skill dan kelas tersendiri dimana nilai akhirnya akan dikembangkan bersama tapi terbentur dengan sesuatu yang disebut kehampaan dari apa yang pernah ditawarkan, itulah kenapa aku lebih senang melakukannya sendiri dan aku suka kompetisi. karena pengetahuan itu akan terus berkembang jika dipadukan dengan pengetahuan lainnya, sehingga membentuk pola-pola baru yang indah dan brilian. Salah satu contohnya aku sudah tulis di atas, dimana itu? Tepatnya hasil pengurangan 1 juta dengan 9000 dimana hasilnya bukan 991 ribu tapi 985, orang dengan bangga akan mengatakan saya bodoh karena salah hitung, aku pastikan tidak akan ada yang bilang aku sombong jika mengurangi 1juta dengan 9000 hasilnya 985 ribu, benar tidak? Tapi jika aku menjawabnya dengan tepat hal itu biasa saja, karena kita disini melihat suatu standar umum. Itu hanya pengurangan, atau dari tadi anda tidak memperhatikan hanya membaca dan membaca tanpa peduli dan memilah bahwa yang anda baca ini sesuatu yang benar atau anda malah kebingunan sejak awal? Tapi aku yakin dalam benak anda sudah ada komentar tertentu yang mau anda tulis. Dan setiap orang juga mempunyai standar pemikirannya masing-masing dan ini akan sulit jika seseorang masuk ke pemikiran orang lain jika standar pemikirannya tidak sama. Konsep seperti ini dalam komunikasi data disebut Protokol, kita perhatikan orang jawa dan sunda, mereka sama-sama bisa bicara yang tentu menggunakan bahasa mereka sendiri(protokol) dan komunikasi akan susah jika masing-masing menggunakannya sendiri dalam satu komunikasi aktif, tapi bagaimana jika salah satunya mengerti dua bahasa tersebut, jelas penguasaan komunikasi ada disalah satu yang menguasai kedua-duanya.
Bagaimana jika anda(jawa) dan orang sunda mengatakan bahwa anda ini amis(manis) dengan mengartikannya dalam bahasa jawa, tentu itu bukan kata yang bagus untuk diri anda karena anda akan merasa dihina walaupun arti kata itu sebenarnya menyanjung anda. Orang sunda menggunakan kata amis karena kata inilah yang terbentuk dalam pola-pola pemikiran mereka dan menurut mereka kata ini pilihan kata yang bagus.
Tapi dari banyak yang aku lakukan kadang sulit diterima oleh yang lainnya, bahkan kadang diartikan cukup pendek tanpa mengulas lebih jauh lagi. Tapi aku sadar ini juga terjadi karena pola-pola yang terbentuk dari pengetahuannya, karena pola-pola yang terbentuk dalam diri mereka berbeda dengan pola-pola dalam fragment pemikiranku, jika ini dipadukan jelas akan berbenturan. Dan jika perbenturan ini tidak dilengkapi dengan control emosi yang stabil bisa menghasilkan sesuatu yang bertolak belakang walaupun yang disampaikan memang benar tapi seakan kebenaran itu tidak berguna dibandingkan daripada pola-pola yang ada ini adalah mindset . Aku pahami hal seperti ini memang sulit untuk dirubah karena menempel erat dengan pola lain yang masih utuh, seperti benalu untuk melepaskannya bagian dari inangnya harus dihilangkan bersama benalu tersebut bahkan melukai sedikit dari bagiannya.
Max, hasil yang berbeda karena cara yang berbeda. sikap yang menentukan penyelesaiannya.
NB: Kalo cewek boleh kok ngajak kenalan ngerti ataupun gak ngerti.
*nyalain music kitaro –lord of the sand- *
Maka disini aku Ano yang rumahnya di sukalila yang dulu sering banget tidur dibawah meja di laboratorium komputer dan pemuda yang sangat amat romantis ingin berbagi sesuatu yang sedikit intim...
Ketika aku membaca sebuah informasi, aku menggabungkan banyak indra untuk merangkai satu pola dasar dari pemahaman sebuah pengetahuan yang kemudian aku pecahkan menjadi beberapa bagian kecil lagi tanpa melepas keterkaitan diantaranya. Pola-pola tersebut aku simpan dalam keterbatasan sel-sel dalam pengingatku, ketika sebuah informasi baru masuk maka dengan sendirinya setiap pola itu akan mengaitkan diri dengan pola lain yang mempunyai sifat dasar yang sama, semuanya akan dikumpulkan dalam fragment ketetapan sebuah informasi yang selanjutnya menghasilkan argumenku. Jika pola-pola tersebut mempunyai kemungkinan pencabangan maka pola-pola ini akan menarik pola lain yang dihasilkan dari sebuah informasi, ini aku sebut sebagai rasa ingin tahu. Untuk menghasilkan sebuah argument adalah salah jika itu dihasilkan oleh satu pengetahuan yang bersifat individual, melainkan itu adalah majemuk dari kumpulan informasi yang telah ada sebelumnya, itulah mengapa orang yang lebih banyak pengalaman lebih pandai berargumen.
Dalam pemahaman sebuah informasi setiap detailnya akan digabungkan dengan kejenisan yang saling berkaitan, semakin banyak keterkaitan yang ada maka informasi yang didapat akan semakin bisa diterima oleh pemroses, yaitu pemikiranku. Dari sini juga menghasilkan sesuatu yang disebut emosional atau sikap, karena emosi seseorang itu dihasilkan setelah proses pemahaman data yang telah diproses sebelumnya, tidak logis jika emosi terjadi pada awal sebelum pemikiran. misalnya sekarang masukkan sebuah kata dalam benak anda “ ANO ITU GANTENG “ jika pernyataan itu benar maka traktir aku makan baso dan jika pernyataan itu salah maka silahkan anda jewer aku, tapi walaupun pernyataan itu benar orang cenderung lebih suka memilih menjewer aku karena jelas tidak merugikan..gkgk, ini bisa jadi karena ada keterkaitannya pengetahuan anda tentang ekonomi bahwa mentraktir baso artinya kita akan mengalami pengeluaran keuangan dan itu sama juga artinya uang kita akan berkurang. Ini adalah alur sebuah fungsi dari pengetahuan sebelumnya. Beli baso -> berarti harus bayar -> bayar berarti uang keluar -> uang keluar berarti uang kita berkurang -> berkurang atinya uang kita tinggal sedikit walaupun sebenarnya nominalnya besar seperti 1 juta, harga baso 9 ribu, maka sisa uang jadi 985 ribu, dan jelas itu lebih sedikit dari 1 juta yang tadi. Ini adalah sebuah pola.
Dengan cara kerja seperti itu maka jika setiap data yang akan diproses dan dikelompokkan dalam kelompok pola yang tidak sesuai maka, maka pola-pola sebelumnya yang telah ada akan menghasilkan penolakan pemrosesan penggabungan data. Pola-pola dalam cara berpikir manusia ini terjadi dari kebiasaan manusia itu sendiri, dalam pemrograman kita sebut ini adalah sebuah fungsi algoritma. Dimana fungsi ini mulai terbentuk sejak pertama kita lahir dan akan terus berkembang tanpa batasan, semakin kompleks sebuah fungsi maka akan semakin banyak pola-pola yang terbentuk dan tentu pola-pola itu terbentuk dari fragmentasi informasi yang telah ada sebelumnya.
Ketika dulu aku membuka service komputer gratis, banyak orang yang bilang bahwa aku ini bodoh termasuk paman aku sendiri karena aku buang-buang waktu dan tenaga tapi tidak mendapatkan uang, bisa dibayangkan ketika aku dipanggil oleh seseorang untuk memperbaiki komputernya setelah selesai diperbaiki aku cuma dikasih segelas air putih dan ucapan terima kasih dengan ketiak aku yang sudah basah lantaran keringetan dan setelah itu pulang sendiri dengan jalan kaki atau naik sepeda,walaupun ada beberapa yang ngasih duit lantaran kasihan melihat tubuh kurusku..hiks..hiks.makasih.:((. Prinsip ekonomi yang berorientasi keuntungan real uang, jelas konsep aneh ini memang merugikan dan sampe sekarang belum ada yang memahami kenapa aku melakukan hal tersebut bahkan gak ada yang mau melakukan hal sejenis atau lebih ekstrim lagi.
Ada banyak hal menarik yang ingin aku ceritakan yang mungkin ini adalah pemikiran gila yang aneh atau Cuma berbeda, tapi bagiku jelas ini merupakan sesuatu yang WOW. Mau tau gak.? Kalo mau tau, mau tau aja atau mau tau banget hayooo..?
Ok, aku berbaik hati untuk menceritakannya walaupun katanya aku dibilang gak punya hati tapi sebenarnya hati aku ini ada, buktinya kalo pacar aku dapet sms dari cowo lain aku cemburu ngambek-ngambek dan kalo ke warteg aku kadang makan ati juga.
Yang perlu kita pahami disini adalah sesuatu yang disebut interest atau ketertarikan, ini motivasi dasar untuk pencapaian sesuatu apapun itu.lantas apa yang memotivasi aku untuk membuka service komputer gratis itu?
Waktu itu saya benar-benar tertarik dengan sebuah mesin yang disebut komputer, saya mempelajarinya dikelas ataupun di laboratorium saat praktek, ketika praktek salah satu teman saya melakukan kesalahan dan komputer itu hangus karena arus pendek, ini artinya komputer dalam lab kami berkurang dari yang masih bertahan seumuran dengan kakekku. Lab sekolahku memang dibuka 24 jam lantaran pak kepsek ingin bahwa lab sekolah kami benar-benar menjadi lab yang hidup bukan sekedar tempat praktek saja. Akupun memanfaatnya untuk mempelajari banyak hal tentang komputer, tapi waktuku terbatas hanya sampai jam 4 sore karena harus pulang kerumah, dimana rumahkku cukup jauh berjarak hampir 30 menit lebih naik angkutan umum itupun kalau tidak ngetem, tak jarang aku sering pulang sampai rumah hingga larut malam dan ini adalah aktifitas yang benar-benar melelahkan. Darisitu aku mulai berpikir bagaimana caranya agar aku bisa belajar komputer dengan tanpa batasan komputer seperti apa saja yang aku pelajari dan komputer-komputer itu datang kepadaku sendiri untuk menyerahkan dirinya di raba dan dibelai olehku dan tak perlu takut kalau komputernya akan berkurang. disini muncul ide awal bahwa aku harus membuka service komputer gratis, pada awalnya orang-orang yang merasa aneh saat baca cetakan kertas bertuliskan “ SERVICE KOMPUTER GRATIS” mereka merasa salah baca atau memang yang nyetaknya salah ketik, sehingga mereka bertanya padaku langsung, dan aku jawab “IYA”. Aktifitas service komputer gratis ini aku jadikan sebagai sarana belajar dimana setiap komputer yang saya perbaiki mempunyai masalah unik yang berbeda-beda yang tentu tidak aku dapatkan dari sekolah karena gak mungkin komputer sekolah di rusak-rusak terus kita memperbaikinya kembali, darisini aku mendapat kepuasan dan tentu karena aku sudah berbaik hati memperbaikinya aku berikan pernyataan dulu sebelum memperbaikinya “saya akan berusaha memperbaiki komputernya, tapi kalau ada kerusakan lain saya gak bertanggung jawab” tapi Alhamdulillah semuanya baik-baik saja dan darisini pula sebuah citra terbentuk. Kualitas yang mereka lihat dan rasakan, bukan ucapanmu karena jelas ini melebihi ekonomi biasa “Branding”.
Tapi teknik ini ada beberapa orang menyalahartikannya, itu juga bukan salah mereka karena ini jelas factor pengetahuan yang mempengaruhi, jadi salah siapa dong..? “ ya salah mereka yang udah dikasi tau tapi gak mau belajar”. Penyalahartiaan ini dianggap sebagai kesombongan, seperti ketika saya menawarkan sesuatu pencapaian skill dan kelas tersendiri dimana nilai akhirnya akan dikembangkan bersama tapi terbentur dengan sesuatu yang disebut kehampaan dari apa yang pernah ditawarkan, itulah kenapa aku lebih senang melakukannya sendiri dan aku suka kompetisi. karena pengetahuan itu akan terus berkembang jika dipadukan dengan pengetahuan lainnya, sehingga membentuk pola-pola baru yang indah dan brilian. Salah satu contohnya aku sudah tulis di atas, dimana itu? Tepatnya hasil pengurangan 1 juta dengan 9000 dimana hasilnya bukan 991 ribu tapi 985, orang dengan bangga akan mengatakan saya bodoh karena salah hitung, aku pastikan tidak akan ada yang bilang aku sombong jika mengurangi 1juta dengan 9000 hasilnya 985 ribu, benar tidak? Tapi jika aku menjawabnya dengan tepat hal itu biasa saja, karena kita disini melihat suatu standar umum. Itu hanya pengurangan, atau dari tadi anda tidak memperhatikan hanya membaca dan membaca tanpa peduli dan memilah bahwa yang anda baca ini sesuatu yang benar atau anda malah kebingunan sejak awal? Tapi aku yakin dalam benak anda sudah ada komentar tertentu yang mau anda tulis. Dan setiap orang juga mempunyai standar pemikirannya masing-masing dan ini akan sulit jika seseorang masuk ke pemikiran orang lain jika standar pemikirannya tidak sama. Konsep seperti ini dalam komunikasi data disebut Protokol, kita perhatikan orang jawa dan sunda, mereka sama-sama bisa bicara yang tentu menggunakan bahasa mereka sendiri(protokol) dan komunikasi akan susah jika masing-masing menggunakannya sendiri dalam satu komunikasi aktif, tapi bagaimana jika salah satunya mengerti dua bahasa tersebut, jelas penguasaan komunikasi ada disalah satu yang menguasai kedua-duanya.
Bagaimana jika anda(jawa) dan orang sunda mengatakan bahwa anda ini amis(manis) dengan mengartikannya dalam bahasa jawa, tentu itu bukan kata yang bagus untuk diri anda karena anda akan merasa dihina walaupun arti kata itu sebenarnya menyanjung anda. Orang sunda menggunakan kata amis karena kata inilah yang terbentuk dalam pola-pola pemikiran mereka dan menurut mereka kata ini pilihan kata yang bagus.
Tapi dari banyak yang aku lakukan kadang sulit diterima oleh yang lainnya, bahkan kadang diartikan cukup pendek tanpa mengulas lebih jauh lagi. Tapi aku sadar ini juga terjadi karena pola-pola yang terbentuk dari pengetahuannya, karena pola-pola yang terbentuk dalam diri mereka berbeda dengan pola-pola dalam fragment pemikiranku, jika ini dipadukan jelas akan berbenturan. Dan jika perbenturan ini tidak dilengkapi dengan control emosi yang stabil bisa menghasilkan sesuatu yang bertolak belakang walaupun yang disampaikan memang benar tapi seakan kebenaran itu tidak berguna dibandingkan daripada pola-pola yang ada ini adalah mindset . Aku pahami hal seperti ini memang sulit untuk dirubah karena menempel erat dengan pola lain yang masih utuh, seperti benalu untuk melepaskannya bagian dari inangnya harus dihilangkan bersama benalu tersebut bahkan melukai sedikit dari bagiannya.
Max, hasil yang berbeda karena cara yang berbeda. sikap yang menentukan penyelesaiannya.
0 komentar:
Post a Comment