"...PNS cita-citaku..." sebuah penggalan lagu (berirama seperti lagu
apuse) yang aku dengar malam-malam ketika menginap disebuah hotel di
Sumbawa yang dinyanyikan para calon PNS "pra-jabatan" yang kebetulan
mereka juga menginap dihotel yang sama, dimana esok paginya mereka
melakukan kegiatan seperti seperti anak sekolah menengah (masa mos),
saya tidak usah menjelaskan lagi bagaimana kegiatan mereka, anda lihat
saja anak sekolahan kalau MOS gimana aja, menurut saya sih ga jauh beda.
saya bingung apa tujuan kegiatan itu dilakukan..sama sekali tidak ada
hubungannya dengan jabatan yang mereka pegang nanti..??
beralih
dari para penyanyi malam tadi, kita lihat ke belakang beberapa tahun
yang lalu ketika saya masih dibangku sekolah dan baru lulus, ketika saya
mendapat beasiswa kompetensi dari J*** program Diploma untuk mewakili
almamater yang nantinya akan mengurus Interkoneks institusi pendidikan
seluruh Kabuparen, yang terpusat di XXX Center. saya bersama perwakilan
seluruh kabupaten yang mendapat beasiswa juga akan turut serta dalam
program ini hadir dalam breafing mengenai program J*** ini, menurut
kabar awal kalau akan diadakan seleksi untuk mendapatkan beasiswa ini,
ternyata pas saya lihat orang-orang yang terpilih itu sama sekali belum
mengenal apa itu Jaringan Komputer terlebih lagi LAN doang. Saya jadi
bingung masa orang-orang seperti ini yang nantinya akan mengurus
konektifitas seluruh sekolah di kabupaten.Perkuliahan berjalan seperti
biasanya, kami dikenal dengan anak-anak TKJ oleh para mahasiswa reguler.
kuliah yang saya dapatkan juga tidak jauh beda seperti yang pernah saya
pelajari, hal ini menimbulkan kebosanan buat saya, saya kira saya akan
belajar sesuatu yang "great and wow".
seperti yang saya
katakan sebelumnya sebagian besar yang mendapat beasiswa ini sama
sekalli belum mengenal tentang jaringan komputer, hal ini membuat saya
cukup populer dari mahasiswa lainnya..hehe. Ketika ujian bahasa inggris,
dosennya sendiri yang memberikan soal ujian plus jawabannya pula. ini
ujian teraneh yang pernah saya ikuti. hal ini tentu saja untuk
kredibilitas pihak kampus kepada pemerintah karena kalau banyak yang
tidak lulus pihak kampus akan di anggap gagal dan proyek dana untuk
program ini bisa dihentikan..it's about money flow..Selain itu juga
status kami sebagai penerima beasiswa dari JAR***** dimanfaatkan oleh
pejabat daerah untuk mengerjakan pekerjaan mereka, seperti input Dapodik
seluruh kabupaten. busyet tuh datanya banyak banget saya aja dapet 3
kardus....yang jelas ini bukan kerjaan kami, belum lagi setiap bulan
uang transport kami juga dipotong sebelum amplop itu nyampe ditangan
kami. tapi saya ga mau mengerjakan semua kerjaan itu, itu kan bukan
tugas saya...beberapa hari kemudian saya mendapat surat teguran dari
Dinas bahwa saya akan ditarik beasiswanya kalau tidak mengikuti aturan
dari mereka dan harus mengembalikan semua pembayaran sebelumnya..aku
baca dan aku buang suratnya di jalan.
Pada semester 1.
Ketika ujian CCNA 1, yang dikerjakan secara online mejaku dipenuhi oleh
yang lainnya untuk melihat jawaban yang saya kerjakan. anehnya tuh dosen
di depan santai-santai aja...ujian CCNA 1 ini semua dinyatakan lulus,
wah enak bener ya dapet sertifikasi gampang banget. biaya ujian sudah
ditanggung pemerintah semua.ada yang seru lagi, untuk Ujian CCNA 2 yang
kebanyakan soalnya berupa praktek dan diberi waktu 2 jam kalau ga salah
untuk mengerjakannya, kami semua masuk dalam Lab 01 yang bisa memuat 30
mahasiswa, setelah beberapa waktu saya sudah menyelesaikan semua soal
praktek dan keluar pertama disusul seorang asal majalengka. Dan saya
langsung pulang, kabar dari teman setelah saya keluar dosennya juga
membantu memberikan jawabannya. yang menggelikan dosen itu menambahkan
title CCNA dalam daftar namanya "Nama, SK, CCNA", hahaha...jare sapa
knuh ya ..
merasakan kuliah yang kaya gitu saya mulai
bosen jadi males, ketika semester ke-2 saya jadi males ikut ujian. dan
saya dinyatakan tidak lulus semester dan beasiswa saya
dicabut..sebenarnya itu cuma *************..suratnya mungkin akan
berbunyi berbeda ketika dikirim ke almamater oleh Dinas pendidikan..saya
jadi tidak tertarik nyari beasiswa lagi..saya lebih tertarik ngembangin
potensi diri dalam bidang wirausaha.setelah kejadian itu ada beberapa
orang yang bilang kalau saya bodoh, sudah kuliah gratis, dapet UM dan
transport, malah keluar...kembali dari awal ketika saya mulai masuk
dunia pendidikan, saya ingin menikmati pendidikan dengan cara yang saya
sukai..!!!!!. seperti ketika masuk sekolah menengah sudah pindah-pindah
sekolah sebanyak 5 kali sampai akhirnya merasa nyaman disebuah sekolah
kecil mergeran SD. saya bertemu orang yang Gila (saya artikan
bersemangat) terhadap pendidikan dan saya suka itu..!! that's something
great, !
lihatlah sekarang setelah program itu telah
selessai, efektifitasnya sama sekali tidak ada..ini awal program itu
adalah "the Project" yang dapat mengalirkan "money" I think just that.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 komentar:
Post a Comment